Berpikir Kemungkinan Sukses”
1.
danu
January 4th, 2010 at 05:56
Saya masih teringat pada tahun 1975 an ketika buku pertama berhabasa Indonesia tulisan Norman V. Peal. Ketika itu saya masih seotang remaja yg bloon tapi doyan baca mulai dari komik silat Kho Ping Ho, koran sampe buku motivasi saya sikat. Salah satunya buku Berfikir Positif karta NVP tsb. Buku tersebut sedikit banyak menggugah saya dalam cara berpikir dan saya masih ingat sebelum keliling cari kerjaan saya selalu membawa buku NVP kemana2 bahkan lebih sering dari AlQuran. Buku tersebut menjadi pegangan saya sebagai penyemangat hidup yg kala itu masih berusia 18 tahun dan dari dibuku itulah saya banyak mendapat ide karena kita diminta untuk berfikir positif dalam hidup ini sehigga saya dapat menjadi sarjana dan dapat hidup mapan seperti ini. Saya mulai bekerja dari menjadi tukang pasang listrik PLN, kemudian supir taksi Gamya, supir omprengaan, apa saja saya kerjakan yg penting halal, padahal ayah saya pada waktu itu berpangkat Kolonel TNI AD. Saya betul2 memanfaatkan hidup ini untuk bekerja bahkan sampe sekarangpun saya terus berfikir dan terus bekerja tanpa henti, selama lebih dari 28 tahun saya menjadi seorang Pengawas Bank saya hampir tidak pernah cuti panjang, tidak pernah mangkir, selalu datang tepat waktu bahkan bersamaan dengan Cleaning Servis. Motivasi hidup ini saya dapatkan karena membaca NVP yg sekerang sudah sulit didapat di toko buku.
Nah ….kalo anda orang muda yang ingin berhasil bacalah buku ini jadikanlah sebagai penyemangat hidup dan jangan lupa minta kepada Allah untuk membantu kita.
Wass
[Reply]
2.
danu
January 4th, 2010 at 07:14
Berikut saya sampaikan sedikit tulisan NPV :
Suatu ketika seorang pria menelepon Norman Vincent Peale. Ia tampak sedih.Tidak ada lagi yang dimilikinya dalam hidup ini. Norman mengundang pria itu untuk datang ke kantornya.
“Semuanya telah hilang. Tak ada harapan lagi,” kata pria itu.
“Aku sekarang hidup dalam kegelapan yang amat dalam. Aku telah kehilangan hidup ini”.
Norman Vincent Peale, penulis buku “The Power of Positive Thinking”, tersenyum penuh simpati.
“Mari kita pelajari keadaan anda,” katanya Norman dengan lembut.
Pada selembar kertas ia menggambar sebuah garis lurus dari atas ke bawah tepat di tengah-tengah halaman. Ia menyarankan agar pada kolom kiri pria itu menuliskan apa-apa yang telah hilang dari hidupnya. Sedangkan pada kolom kanan, ia menulis apa-apa yang masih tersisa.
“Kita tak perlu mengisi kolom sebelah kanan,” kata pria itu tetap dalam kesedihan.
“Aku sudah tak punya apa-apa lagi.”
Lalu kapan kau bercerai dari istrimu?” tanya Norman.
“Hei, apa maksudmu? Aku tidak bercerai dari istriku. Ia amat mencintaiku!”
“Kalau begitu bagus sekali,” sahut Norman penuh antusias.
“Mari kita catat itu sebagai nomor satu di kolom sebelah kanan “Istri yang amat mencintai”.
“Nah, sekarang kapan anakmu itu masuk penjara?”
“Anda ini konyol sekali. Tak ada anakku yang masuk penjara!”
“Bagus! Itu nomor dua untuk kolom sebelah kanan “Anak-anak tidak berada dalam penjara.” kata Norman sambil menuliskannya di atas kertas tadi.
Setelah beberapa pertanyaan dengan nada yang serupa, akhirnya pria itu menangkap apa maksud Norman dan tertawa pada diri sendiri.
“Menggelikan sekali. Betapa segala sesuatunya berubah ketika kita berpikir dengan cara seperti itu,” katanya.
Kata orang bijak, bagi hati yang sedih lagu yang riang pun terdengar memilukan. Sedangkan orang bijak lain berkata, sekali pikiran negatif terlintas di pikiran, duniapun akan terjungkir balik. Maka mulailah hari dengan selalu berfikir positif.
Tuliskanlah hal-hal positif yang Kita pernah dan sedang miliki dalam hidup ini, bebaskan pikiran-pikiran kita dari hal-hal negatif yang hanya akan menyedot energi negatif dari luar diri kita.
Dengan berfikir positif kehidupan ini akan terasa amat indah dan tidaklah sekejam yang kita bayangkan. Objek-objek yang berada di sekitar kita akan sangatlah tergantung dari bagaimana cara kita memandang dan mempersepsikannya. Lingkungan Kita adalah Pikiran Kita. Lingkungan akan berbuat positif kepada Kita jika Kita mempersepsikannya baik, sebaliknya Lingkungan akan berbuat negatif kepada kita ketika kita mempersepsikan sebaliknya.
[Reply]
1.
Judi
Jejak Langkah seorang Muslimah
21.15
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar